Selamat Sore Dok,

Sy seorang laki-laki, umur 26 Tahun tinggal di Batam. Saya pernah mengalami kecelakaan motor setahun yg lalu, tepatnya 14 Juli 2009. Melalui hasil rontgen, saya mengalami masalah pada lutut sebelah kiri. Metode penyembuhan yg sy pilih waktu itu adalah dengan cara urut ke tukang urut patah tulang sambil mengonsumsi obat dari Rumah Sakit yaitu berupa pil.

Saya sudah merasa baikan setelah itu, akan tetapi 1 bulan terakhir rasa sakit dan ngilu kembali terasa. Terlebih jika cuaca sedang dingin atau banyak masuk angin. Sy kembali melakukan pemeriksaan ke RS 3 minggu yang lalu, dan Dokter menyarankan utk rontgen. Setelah melihat rontgen, beliau berpendapat bahwa keadaan lutut sekarang masih sama dengan posisi pada saat pertama sekali dicek setelah kecelakaan, dengan kata lain tidak ada perubahan sama sekali. Dan Dokter tersebut menyarankan utk melakukan Arthroscopy di salah satu RS di Medan atau Jakarta,Karena kebetulan utk melakukan tindakan diatas sampai saat ini belum salah satupun RS di Batam yg sanggup.

Pertanyaan saya,
1.Proses apakah yg paling tepat yg harus saya lakukan utk saat ini?
2. Setelah banyak membaca tanya-jawab di web ini, saya ingin bertanya apakah perbedaan antara Rontgen, MRI dan Arthroscopy?
3. Berapa kira2 biaya yg dibutuhkan agar lutut saya kembali normal?

Terimakasih sebelumnya utk tanggapan Dokter yg sungguh sangat sy harapkan.

Salam,
Adirisno Nadeak
Batam

jawab : perbedaan MRI , Artroskopi dan rontgen terletak pada keakuratan hasil bila rontgen pada kasus lutut kita hanya ingin melihat apakah tulangnya ada kelainan misalnya patah, bila di foto tak ada kelainan kita lanjutkan MRI lbh melihat kelainan pada jaringan di dalam lutut misalnya bantalan, tulang rawan, ligament memakai gelombang elektromagnetik, sedangkan artroskopi adalah melihat ke dalam sendi lutut dgn kamera secara jelas , baik tulang rawan, ligament, bantalan, dan lain2. jd masing2 berbeda kegunaannya khusus pada kasus anda sebaiknya di artroskopi kami setuju .(lbh bermanfaat sekaligus memperbaiki jika dijumpai kelainan)