OSTEOARTRITIS

May 26, 2009 642 Comments

lututOSTEOARTHRITIS Adalah salah satu jenis dari keluarga besar penyakit arthritis yang paling sering terjadi. Sering disebut juga degeneratif osteoarthritis atau hipertropic OA. OA merupakan radang sendi yang bersifat kronis dan progresif disertai kerusakan tulang rawan sendi berupa integrasi (pecah) dan perlunakan progresif permukaan sendi dengan pertumbuhan tulang rawan sendi ( osteofit) di tepi tulang.

Literatur menunjukkan 1 dari 6 populasi menderita penyakit OA ini. WHO melaporkan 40 persen penduduk dunia yang lansia akan menderita OA lutut, dari jumlah tersebut, 80 persen mengalami keterbatasan gerak sendi

Patofisiologi Kartilago hyaline (jaringan rawan sendi)

Adalah jaringan elastis yang 95 persen terdiri dari air dan matrik ekstra selular, 5 persen sel kondrosit. Fungsinya sebagai penyangga atau shock breaker, juga sebagai pelumas, sehingga tidak menimbulkan nyeri pada saat pergerakan sendi.

Apabila kerusakan jaringan rawan sendi lebih cepat dari kemampuannya untuk memperbaiki diri, maka terjadi penipisan dan kehilangan pelumas sehingga kedua tulang akan bersentuhan. Inilah yang menyebabkan rasa nyeri pada sendi lutut.

Setelah terjadi kerusakan tulang rawan, sendi dan tulang ikut berubah. Pada permukaan sendi yang sudah aus terjadilah pengapuran. Yaitu tumbuhnya tulang baru yang merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk menjadikan sendi kembali stabil, tapi hal ini justru membuat sendi kaku.

Sendi yang sering menjadi sasaran penyakit ini adalah sendi yang sering digunakan sebagai penopang tubuh seperti lutut, tulang belakang, panggul, dan juga pada sendi tangan/kaki. Jika tidak diobati sakit akan bertambah dan tidak bisa berjalan. Selain itu, tulang bisa mengalami perubahan bentuk atau deformity bersifat permanen. Bengkok pada kaki bisa ke dalam maupun keluar. Dampak kelainan ini muncul perlahan 10 tahun kemudian untuk itu perlu waspada.

JENIS-JENIS OA

1. Primer

Penyebab tak diketahui, akibat proses penuaan alami. Dialami setelah usia 45 tahun, tidak diketahui penyebab secara pasti, menyerang perlahan tapi pasti, dan dapat mengenai banyak sendi. Biasanya mengenai sendi lutut dan panggul, bisa juga sendi lain seperti punggung dan jari-jari.

2. Sekunder

Dialami sebelum usia 45 tahun, penyebab trauma (instability) yang menyebabkan luka pada sendi (misalnya patah tulang atau permukaan sendi tidak sejajar), akibat sendi yang longgar dan pembedahan pada sendi. Penyebab lain adalah faktor genetik dan penyakit metabolik.

GEJALA OA

Penyakit ini bisa tanpa gejala (asimptomatik) artinya walaupun menurut hasil X-ray hampir 70 persen manula lebih 70 tahun dideteksi menderita penyakit OA, tetapi hanya setengahnya mengeluh, sedangkan selebihnya normal. Berikut ini tanda tanda serangan OA :

  • Persendian terasa kaku dan nyeri apabila digerakkan .Pada mulanya hanya terjadi pagi hari, tetapi apabila dibiarkan akan bertambah buruk dan menimbulkan rasa sakit setiap melakukan gerakan tertentu , terutama pada waktu menopang berat badan, namun bisa membaik bila diistirahat kan . Pada beberapa penderita , nyeri sendi dapat timbul setelah istirahat lama,misalnya duduk di kursi atau di jok mobil dalam perjalanan jauh. Terkadang juga dirasakan setelah bangun tidur di pagi hari.
  • Adanya pembengkakan/peradangan pada persendian (Heberden’s dan Bouchard’s nodes)
    Persendian yang sakit berwarna kemerah-merahan.
  • Kelelahan yang menyertai rasa sakit pada persendian
  • Kesulitan menggunakan persendian
  • Bunyi pada setiap persendian(crepitus). Gejala ini tidak menimbulkan rasa nyeri, hanya rasa tidak nyaman pada setiap persendian (umumnya lutut)
  • Perubahan bentuk tulang.Ini akibat jaringan tulang rawan yang semakin rusak, tulang mulai berubah bentuk dan meradang , menimbulkan rasa sakit yang amat sangat.

FAKTOR RESIKO;

  • Usia diatas 50 tahun.
  • wanita
  • Kegemukan
  • Riwayat immobilisasi
  • Riwayat trauma atau radang di persendian sebelumnya.
  • Adanya stress pada sendi yang berkepanjangan,misalnya pada olahragawan.
  • Adanya kristal pada cairan sendi atau tulang .
  • Densitas tulang yang tinggi
  • Neurophaty perifer
  • faktor lainnya : ras, keturunan dan metabolik.

PENCEGAHAN OA

Dengan mengeleminir faktor predisposisi di atas. Sebagai tips, lakukan hal-hal berikut untuk menghindari sedini mungkin anda terserang OA atau membuat OA anda tidak kambuh yaitu dengan;

  • Menjaga berat badan
  • Olah raga yang tidak banyak menggunakan persendian
  • Aktifitas Olah raga sesuai kebutuhan
  • Menghindari perlukaan pada persendian.
  • Minum suplemen sendi
  • Mengkonsumsi makanan sehat
  • Memilih alas kaki yang tepat dan nyaman
  • Lakukan relaksasi dengan berbagai tehnik
  • Hindari gerakan yang meregangkan sendi jari tangan.
  • Jika ada deformitas pada lutut, misalnya kaki berbentuk O, jangan dibiarkan. hal tersebut akan menyebabkan tekanan yang tidak merata pada semua permukaan tulang.

DIAGNOSIS OA

Curigai pada manula dengan gejala OA dan lakukan pemeriksaan Xray foto pada sendi yang dikeluhkan, khusus untuk lutut pemeriksaan dilakukan posisi berdiri dan kedua lutut diperiksa untuk pembanding.

Pada foto xray penderita OA kita bisa jumpai adanya osteofit pada pinggir sendi, penyempitan rongga sendi,peningkatan densitas tulang subkhondral, kista pada tulang subkhondral, cairan sendi. Pada pemeriksaan laboratorium penderita OA normal, tapi diperlukan untuk membedakan dengan penyakit lain.

Pada kasus OA dengan cairan sendi berlebihan diperlukan pemeriksaan analisis cairan sendi untuk membedakan dengan OA yang terinfeksi, karena pada OA analisis cairan sendi jernih, kental, sel darah putih < 2000/mL

PENGOBATAN OSTEOARTHRITIS

  • Edukasi pasien
  • Obat nyeri
  • Excercise, menghilangkan kekakuan dan lingkup sendi lebih luas.
  • Suplemen sendi : Glukosamin dan Chondroitin , masing-masing memiliki fungsi yaitu : Chondroitin sulfat berguna untuk merangang pertumbuhan tulang rawan dan menghambat perusakan tulang rawan.Glukosamin adalah pembentukan proteoglycan, bekerja dengan merangsang pembentukan tulang rawan, serta menghambat perusakan tulang rawan.
  • Pemberian injeksi hyaluronic acid
  • Artroskopi debridement, suatu prosedur tindakan untuk diagnosis dan terapi pada kelainan sendi dengan menggunakan kamera, dengan alat ini dokter melakukan pembersihan dan pencucian sendi, selain itu dokter dapat melihat kelainan pada sendi yang lain dan langsung dapat memeperbaikinya.
  • Penggantian sendi (THR), prosedur ini dilakukan pada kasus stadium lanjut (3dan 4). Setelah operasi pasien dapat berjalan kembali dengan tanpa rasa nyeri.

Pengobatan Patah Tulang Mahal ?

May 21, 2009 815 Comments

patah-tulang-1Kenapa harus ke dukun patah Tulang ? kalau ternyata biaya, waktu, dan risiko infeksi dan AMPUTASI menghadapi di muka. Ada 3 alasan orang pergi ke dukun patah tulang ; ekonomi katanya lebih murah, pegaruh lingkungan , takut operasi. Mari kita bahas disini .

Masalah ekonomi, kalau dihitung total biaya yg dikeluarkan ternyata biaya ke dukun dan ke dokter tulang tidak jauh beda, contoh kasus seorang manager yg bekerja di UNILEVER pada saat itu kalau dia tidak mengikuti kakaknya yg nganjurkan ke dukun mungkin dia saat ini masih bekerja , tdk keluar biaya sepeserpun utk berobat, dan tdk cacat .Dari hasil wawancara saya di dptkan keterangan , dia di rawat inap oleh dukun selama satu setengah bulan dgn biaya pondok seratus ribu per hari, ada biaya utk minyak urut krn tiap hari di urut.

Uang utk minyak 160.000 rph /minggu. Ada lagi biaya urut utk pegal2 badan 30.000/urut, dan si dukun juga memberi obat ramuan yg hrs diminum setiap minggu seharga 200.000 rp.setelah dirawat mondok penderita dibolehkan pulang , setelah itu ada kunjungan rmh 2 x seminggu dengan biaya sekali kunjungan 100.000 rph diluar obat dan minyak urutnya.

Si manager ini tlh mengalami pengobatan oleh dukun selama 8 bulan, jadi total biaya yg dikeluarkan 4,5 jt utk mondok + 1,4 jt utk obat +960.000 rph minyak urut+ 4 jt kunjungan rmh + 4 jt obat utk selama 5 bln = 14,860.000 rph. Jadi pada kasus ini tdk benar bila dikatakan berobat ke dukun patah lebih murah dari pada ke dokter tulang, sang manager di PHK karena di beri waktu 6 bulan tetap tdk bisa bekerja, dan kondisi tulang setelah di periksa oleh dokter dan di foto rontgen tetap tdk menyambung.

Dari kasus di atas kita belajar betapa mahalnya biaya dan risiko yg harus diterima sang manager . Kasus patah tulang yg datang ke dokter tdk selalu harus di operasi kadang2 hanya perlu pakai gips atau bahkan cuma pakai bandage saja tergantung jenis patahnya, usia penderita, ada luka atau tdk ada luka. Ada rumor yg salah menyatakan kalau ke dokter pasti di operasi. Metode pengobatan patah tulang tanpa operasi juga kita lakukan , malah Prof Sarmiento telah meneliti selama 17 thn.

Memang ada beda antara yg di operasi atau dengan cara tanpa operasi. Biaya pun tdk mahal. Tips bagaimana mendapatkan pelayanan yg murah sebenarnya tdk sulit, anda pertama hrs tahu bahwa rumah sakit seperti anda memilih hotel harga hotel bintang lima akan beda dgn harga hotel bintang 3, semua berpengaruh juga terhadap jasa dr , obat dan lainnya.

Masalah terakhir adalah TAKUT dioperasi, rumor di masyarakat kalau di operasi tulang pasti di potong atau kalau di bius nanti tdk bangun lagi itu tdk benar krn saat ini obat2 bius aman, dan malah ada tehnik pembiusan yg membuat orang tetap sadar saat operasi, malah saat ini berkembang tehnik2 operasi yg sayatan operasinya kecil yg kita sebut MIS (Minimally Invasif Surgery).

Sorry, you can not to browse this website.

Because you are using an outdated version of MS Internet Explorer. For a better experience using websites, please upgrade to a modern web browser.

Mozilla Firefox Microsoft Internet Explorer Apple Safari Google Chrome