2 Comments to “ostheoarthritis pada usia 24”

  1. rani

    Nov 30th, 2010

    review konsulan sebelum ini..
    (24 tahun, high activity kul dan kerja pkl7 hingga 12malam, pecinta extreme sport, rhinits, dx OA krn nyeri pd pgelangan tgan slama 6bulan).

    selang satu bulan berobat, keluhan nyeri masih ada.periksa kembali ke ortho..
    dx selain OA saya lupa.. (pokoknya intinya dokter blg tak ada yang lain..)
    diminta untuk mngistirahtkan dan dibebat.
    sya menolak dengan pertimbangan bahwa istirahat bagi saya sama saja dengan mengulang pendidikan double degree saya atau cuti kja.
    dbebat sama saja dengan ‘membunuh’ seorg tman yg disabled, karna hanya sy satu2nya di kampus (menyesalkan sistem di Indonesia yg sringkali tak siap menyambut seorang cacat fisik utk memiliki ksempatan yang sama dgn orla) yg kuat dan mampu utk mengangkatnya (bserta kursi rodanya tentunya) hingga tmpat kuliah kami di lt.3

    singkat kata, saya menolak mentah2 saran ortho bsangkutan. kembali sy mendapatkan resep ultracet.
    ptanyaannya: dgn kluhan dan gaya hidup yang saya miliki.
    adakah yg dapat saya lakukan untk mengatasi rasa sakit ini kecuali dgn meminum painkiller? trimakasih sebelumnya

    • muki partono

      muki partono

      Nov 30th, 2010

      kalau mau tdk tergantung dgn obat sebaiknya dilakukan suntikan , utk memastikan sebaiknya kami cek kembali kondisi anda


Leave a Reply

Featuring Recent Posts WordPress Widget development by YD