Osteoporosis Fraktur Vertebra Sebagai Salah satu Faktor Resiko Nyeri Pinggang

osteoporosisSeiring dengan kemajuan dibidang kesehatan, serta kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, berakibat semakin tinggi angka harapan hidup manusia indonesia , berdasarkan laporan BPS angka harapan hidup(AHH) manusia indonesia meningkat dari 60 tahun pada tahun 1995, menjadi 68 tahun pada tahun 2005,jumlah manula indonesia menduduki peringkat 4 dunia (19,7 juta).

Osteoporosis sebagai penyakit pada tulang yang ditandai dengan kerapuhan tulang menyebabkan masalah kesehatan yang besar, terutama pada wanita post menopause. Sekitar 40% wanita usia 50-75 tahun akan mengalami fraktur akibat osteoporosis, 35 % nya berhubungan dengan tulang belakang , dengan komplikasi yang paling sering adalah patah tulang vertebra.

Patah tulang vertebra menyebabkan penurunan kualitas hidup pada wanita, karena tinggi badan berkurang,deformitas tulang belakang, nyeri akut dan kronik, mobilisasi terganggu, ketidakmampuan aktifitas tulang belakang.Patah tulang vertebra yang baru berhubungan dengan peningkatan nyeri pinggang secara mendadak, terjadi deformitas tulang belakang akibat perubahan bentuk pergerakan sendi dan otot sering menyebabkan nyeri kronik.kemudian menyebabkan keterbatasan fungsi, depresi dan penurunan aktifitas sosial.

Osteoporosis
Definisi :

  • Old definition : penurunan massa tulang tanpa terjadi penurunan kwalitas tulang (Albright F. Ann Intern Med 1947;27:81)
  • Modern definition : Penyakit tulang dengan ciri penurunan massa tulang dan kerusakan mikroarsitekturnya sehingga menyebabkan tulang mudah patah.(Consensus Development Conference(Am J Med.1991;90:107-110.)
  • Newest definition : Osteoporosis adalah penyakit tulang dimana terjadi penurunan kekuatan tulang sedemikian hingga meningkatkan resiko patah tulang. Kekuatan tulang terdiri dari densitas tulang (kwantitatif) dan kwalitas tulang (NIH Consensus Development Panel . JAMA 2001;285:785-95)

Komposisi tulang terdiri dari matriks tulang 90% kolagen Tipe 1, 10% protein, Mineral tulang (hydroxyapatite, kalsium dan posfat) dansel-sel tulang (osteoklas,oseoblas,osteocyt.lining sel).

Tulang tumbuh sebagai akibat dari modeling :perubahan bentuk dan ukuran tulang selama masa pertumbuhan (anak-anak). Tulang dewasa sehat setiap kali diperbaharui melalui proses remodelling yakni penggantian tulang lama dengan tulang baru.

Siklus remodeling ialah aktifasi, resorpsi dan formasi. Proses ini dikerjakan oleh sel osteoklas (berasal dari sumsum tulang) yang menghancurkan tulang tua (resorpsi) sedangkan osteoblas (berasal dari sel mesenchym) menghasilkan bone matriks baru yang kemudian mengalami mineralisasi (formasi). Kehilangan masa tulang terjadi apabila resorpsi lebih besar dari formasi.

Puncak massa tulang adalah densitas tulang yang maksimal sepanjang hidup kita, hal ini tercapai bila masa pertumbuhan tulang berhenti/stabil baik dalam bentuk ukuran maupun jumlah mineral yang dikandungnya (konsolidasi). Puncak massa tulang dicapai tidak bersamaan : Trokhanter 14,2 + 2 thn, leher femur 18,5 +1.5 thn, tulang belakang 23 +1.4 th ( Li Y-C, et all,Bone.2003;32:546-555.)

Faktor-faktor yang menentukan puncak massa tulang adalah herediter (70-80%), sex dan ras, gaya hidup (20-30%).

Densitas tulang meningkat luar biasa selama masa pubertas, puncaknya dicapai pada usia di atas 10 hingga permulaan 20 tahun, kemudian mendatar , setelah usia 30 th terjadi kehilangan massa tulang dengan kecepatan 0.5%-1% pertahun, kemudian masuk masa menopause turun 1%-2% pertahun berlangsung hingga 5-10 tahun.

Densitas tulang terus menurun karena usia hingga mencapai level seperti sebelum masa pubertas. Umumnya massa tulang pria lebih tinggi daripada wanita dan ras hitam lebih tinggi dari kulit putih

Rangka tubuh kita terdiri dari 2 regio : sentral (spine, iga, panggul, bahu, hip), peripher ( lengan dan tungkai).tulang kortikal membungkus seluruh permukaan tulang dan bagian tengah tulang panjang, sedangkan tulang kanselaus ada di bagian dalam terutama pada tulang sentral .

80% rangka manusia terdiri dari tulang kortikal namun luasnya hanya 20 %. Sekitar 3 % tulang kortikal diperbaharui tiap tahunnya.Sisanya 20% terdiri tulang kanselaus namum memiliki luas 80%, dan terjadi perbaharuan 25% setiap tahun. Berkurangnya tulang kanselaus(Cancellous bone loss) cepat terjadi pada masa menopause, mengakibatkan resiko patah tulang pergelangan tangan, kemudian proses ini berlanjut mengakibatkan resiko patah tulang vertebra.

Pengurangan tulang kortikal berjalan lebih lambat, Meningkatnya resiko patah tulang panggul sebagai akibat pengurangan kedua jenis tulang . Osteoporosis dapat terjadi akibat puncak massa tulang yang rendah dan kehilangan tulang atau keduanya Wanita memiliki puncak massa tulang lebih rendah dari pria, ras kulit putih lebih rendah puncak massa tulangnya dibandingkan kulit hitam.

kehilangan massa tulang terjadi pada usia lanjut karena resorpsi lebih besar dari formasi, jika terjadi pengurangan tulang(bone loss) terjadi pula penurunan kwantitas dan kwalitas tulang. Tidak ada gejala klinis yang timbul akibat rendahnya densitas dan bone loss. Osteoporosis dapat ditegakkan berdasarkan pada adanya riwayat trauma minimal atau fragility fracture( fraktur akibat jatuh pada sikap berdiri atau keadaan dimana dalam keadaan normal tidak akan terjadi

Penyebab osteoporosis

  • Primer, disebabkan karena defisiensi estrogen (tipe1), atau usia lanjut(tipe2)
  • Sekunder, karena berbagai penyakit, kondisi atau konsumsi obat2an tertentu
  • idiopathic (tidak diketahui)

Epidemiologi
Diperkirakan lebih 200 juta orang diseluruh dunia terkena osteoporosis , sepertiganya terjadi pada usia 60-70 th, 2/3nya terjadi pada usia lebih 80 th. Diperkirakan 30% dari wanita di atas usia 50 th mendapat 1 atau lebih patah tulang vertabra.

Diperkirakan 1 dari 5 pria di atas 50 th mendapat patah tulang akibat osteoporosis dalam hidupnya. Angka kematian 5 tahun pertama meningkat sekitar 20 % pada patah tulang nertebra maupun panggul.

Di Amerika pada tahun 1995 pata tulang aibat osteoporosis menduduki peringkat 1 dibanding penyakit lain, jumlah 1,5 juta pertahun dengan patah tulang vertebra terbanyak (750 ribu),hip(250 ribu), wrist(250 ribu), fraktur lain ( 250 ribu),dengan anggaran meningkat sebesar 13,8 miliar dollarpertahun(kebanyakan biaya untuk patah tulang hip sebesar 8,7 miliar dollar.

Bahkan diperkirakan insiden patah tulang hip meningkat bermakna 240% pada wanita dan 320% pada pria. Perkiraan pada tahun 2050 menjadi 6,3 juta terbanyak di asia.

Gejala Klinis Osteoporosis
Osteoporosis dapat terjadi tanpa gejala (silent disease) , kita tidak mengetahui sampai terjadinya patah tulang.Patah tulang yang sering adalah vertebra, hip, wrist, dan tulang lain.

Patah tulang vertebra bisa bentuk wedge, biconcave atau crush. Keluhan bisa nyeri pinggang tiba-tiba atau nyeri pinggang kronik. Kebanyakan terjadi secara spontan atau kegiatan sehari –hari(mengangkat benda ,mendorong, menarik,dll).

Nyeri pinggang adalah keluhan yang paling banyak datang ke dokter dan kadang dirujuk ke rumah sakit untuk di rawat.Umumnya nyeri pinggang datang pada serangan pertama , 10% pasien mengeluh nyeri pinggang lebih 6 minggu, 5% mengeluh nyeri pinggang lebih dari 3 bulan.Hubungan antara osteoporosis fraktur dan nyeri pinggang masih dalam perdebatan.

Tidak ada studi longitudinal pada radiologi yang menerangkan hubungan ini. Symmons DPM dan kawan-kawan melaporkan studi longitudinal pada wanita usia 45-64 tahun yang dibagi dalam 2 grup, grup 1 adalah yang mengeluh nyeri pinggang , grup 2 tidak ada keluhan nyeri pinggang . Didapatkan hasil pada awal degeneratif disc paling banyak pada grup yang nyeri pinggang, sedangkan osteoporosis patah vertebra sama pada kedua grup. 9 tahun kemudian kedua grup menunjukkan peningkatan prevalensi terjadi degeneratif disc dan osteoporosis fraktur vertebra.

Kesimpulan bahwa patah tulang vertebra akibat osteoporosis bukan merupakan penyebab utama terjadinya nyeri pinggang. Gejala lain adalah tinggi badan berkurang, kyphosis, perut membuncit, fungsi paru menurun,kwalitas hidup menurun,kehilangan percaya diri, ketergantungan obat anti nyeri, depresi, tidak dapat hidup mandiri dan angka kematian meningkat.

Hanya 25%-30% patah tulang belakang di diagnosa secara radiologis. Pada studi osteoporis yang luas, sekitar 4% diketahui memiliki fraktur secara klinis dalam 2 tahun, dan 4% radiologis fraktur tapi tidak ada gejala.

Prevalensi patah tulang vertebra secara radiologis
(O’Neil TW, etal. J Bone Miner Res.1996;11:1010-1018) :

  • Pada usia 50-60 th 5%-10% lebih banyak pria daripada wanita.Hal ini disebabkan karena akumulasi trauma lebih sering pada pria.
  • Sesudah usia 65 th,20%-25% lebih sering pada wanita dari pria.
  • Insiden radiologis fraktur vertebra meningkat, usia mulai 50 tahun 2-5 per 1000 pasien pertahun, pada usia 50-54 tahun hingga 15-25 pe 1000 pada usia 75-79 tahun.

Klasifikasi Osteoporosis Postmenopausal (WHO 1994)
Assesment resiko fraktur dan screening (WHO Technical report series no 843;WHO, Geneva and Kanis JA et al. J Bone Miner Res. 1994:1137-1141.)

  • T-score membandingkan BMD seseorang dengan nilai rata-rata dewasa muda dan dinyatakan dalam standard deviasi
  • Normal, T-score lebih 1.0
  • Low bone mass (osteopenia(low bone density), antara -1.0 sampai -2,5
  • Osteoporosis, lebih kecil -2,5

Diagnosis Fraktur Vertebra
Ditegakkan dengan pemeriksaan xray foto lateral view, lalu di ukur tinggi corpus vertebra bagian depan dan belakang dan dibandingkan rationya, dikatakan fraktur bila terjadi pengurangan tinggi lebih sama dengan 20 %, atau lebih atau sama dengan 4 mm atau rasio lebih kecil sama dengan 0.8.

Kadang sebagian fraktur vertebra sulit tervisualisasi dengan foto xray, karena anatomi tulang yang komplek seperti pada stress fraktur tulang sakral, depresi bagian tengah endplate. Untuk itu dibutuhkan pemeriksaan lain (bone scanning, MRI). Tidak ada klassifikasi khusus untuk fraktur vertebra akibat osteoporosis Ada 3 jenis fraktur vertebra ; kompressi, biconcave, crush.

Pasien dengan patah tulang vertebra pertama kali beresiko 6,1 kali terjadi patah kembali. Pasien dengan patah tulang vertebra lebih dari satu level resiko terjadi patah kembali selama 1 tahun 24,1 % -44%. Pada laporan C Roux dkk, (C Roux et al.Ann Rheum Dis 2007;66:81-85) dilakukan pemeriksaan pada wanita post menopause yang didiagnosis osteoporosis (klasifikasi WHO) dengan keluhan back pain oleh rheumatologis di dapat hasil 410 pasien yang diperiksa, 215(52,4 %) didiagnosis minimal satu fraktur vertebra. 38,1% patah 1 vertebra, 27% patah 2 vertebra dan 14% patah 3 vertebra.

Lokasi patahnya yang satu vertebra paling sering L1 dan L2 sebanyak 18(22%) dan 12 pasien (14%) pada level Th12. Dibandingkan dengan kelompok yang tidak fraktur, kelompok yang fraktur vertebra didapatkan 3.1 tahun lebih tua, 1,9 cm lebih pendek dengan rata-rata berkurang tinggi badan 6,1 cm lebih besar dari pasien tanpa fraktur 3,8 cm.

Hasil lain didapat pada fraktur vertebra nyeri pinggang lebih sering dengan durasi lebih pendek lebih sering terjadi tiba-tiba dan nyeri menetap pada malam hari dan nyeri lebih hebat bila melakukan fleksi pada tulang belakang.Francis RM dkk melaporkan dari 1042 pasien dengan nyeri pinggang tidak respon dengan pengobatan konservatif dilakukan pemeriksaan MRI didapat 82 patah tulang vertebra osteoporosisterdiri 51 kasus baru dan 31 kasus lama .

Penatalaksanaan Fraktur Vertebra Osteoporosis
Management nyeri dengan memberikan obat-obatan (anagetik parasetamol, NSAID,COX-2 non-opioid,amitriptilin), terapi fisik, exercise, spinal orthosis, edukasi,mengurangi stress, meningkatkan kemampuan untuk ADL.selain itu tetap diberikan obat2an untuk mengatasi osteoporosisnya yaitu asupan cukup kalsium dan vit D3, serta pemberian HRT, SERM, bifosfonat , calcitonin,teriparatide.

Pada penelitian Liritis dkk melaporkan bahwa calcitonin 100-200 IU secara signifikan mengurangi nyeri memperbaiki mobilisasi dini pada pasien yang dirawat dengan fraktur vertebra (crush). Pengurangan nyeri berefek pada minggu pertama sampai 4 minggu kemudian. Bisphosphonate (Ibandronate) telah digunakan utuk mengobati nyeri tulang disertai patah tulang vertebra akut.

Ibandronate menurunkan resiko terjadinya patah tulang vertebra 62%, . Penggunaan ibandronate satu kali sebulan lebih efektif menurunkan resiko patah tulang pada tulang vertebra dibandingkan dengan penggunaan satu minggu sekali, tapi relatif sama pada kasus patah lainnya.Metode lain yaitu dengan cara vertebroplasty atau kyphoplasty, Tehnik ini adalah memasukkan semen (PMMA), dengan cara disuntikkan ke vertebra yang patah karena osteoporosis atau bisa juga karena tumor.

Kyphoplasty prosedurnya hampir sama , bedanya saat trokar disuntikkan ke tulang vertebra berisi balon kemudian ballonnya di besarkan untuk membuat space dalam tulang vertebra, kemudian diisi semen dengan tekanan rendah.

Kedua prosedur ini dilakukan secara lokal atau Anestesi umum. Selama prosedur ini berlangsung semua dibantu dengan C-Arm.Keuntungan kedua prosedur di atas untuk mengurangi nyeri secara cepat, sehingga memperbaiki mobilitas pasien, pasien dapat berdiri dan berjalan 24 jam pertama.

Kontra indikasi dilakukan pada pasien dengan gangguan pembekuan darah atau infeksi.Komplikasinya perdarahan pada tempat injeksi, patah pedikel,cedera pada dura, patah jarum. Komplikasi akibat injeksi semen adalah leakage lokal, emboli paru, sement keluar tulang. Semen leakage lebih sedikit pada kyphoplasty banding vertebroplasty karena tekanan semen rendah.

Daftar Pustaka

  • Tesar Rogene et all. ISCD Bone Denssitometry Course. The International Society for Bone Densitometry.2008.
  • Jensen AL,Harder Ingegerd.The Osteoporotic Pain experience;Osteoporos Int(2004) 15: 204-208.
  • Francis et all.Back Pain in Osteoporotic vertebral fractures;Osteoporos Int(2008) 19:895-903.
  • Symmons DP et all. A longitudinal study of back pain and radiological changes in the lumbar spines of middle aged women.II.Radiographic findings; Ann Rheum Dis (1991) 50 :162-166.
  • Roux C et all. A Clinical tool to determine the necessity of spine radiography in postmenopausal women with osteoporosis presenting with back pain: Ann Rheum Dis (2007) 66: 81-85.
  • Ambrose TL et all.The influence of Back Pain on Balance and Functional Mobility in 65 to 75-years-old women with osteoporosis; Osteoporos Int(2002) 13:868-873.
  • Haczynski Josef, Jakimiuk Artur. Vertebral fractures: ahidden problem of osteoporosis
  • Old JR, Calvert M. Vertebral compression Fractures in eldery:Dowload from the American Family Physician Web Site at www.aafp.org/afp. Copyright 2004.
About author:

26 Responses to “Osteoporosis Fraktur Vertebra Sebagai Salah satu Faktor Resiko Nyeri Pinggang”

  1. Zachary says:

    Hello. Very useful article. I find these details useful. Thank you ! It is nice to experience some people still put effort into handling their websites.

  2. Light says:

    Selamat malam dok, Saya ingin mengetahui penyebab nyeri pinggang akibat osteoporosis tanpa adanya fraktur itu apa??
    kalau bisa, tolong dijelaskan dengan patomekanismenya juga
    terima kasih

    • muki partono says:

      Nyeri pinggang akibat osteoporosis adalahbisa krn kekakuan otot punggung. Bisa akibat penekanan saraf spinal. Bisa krn pengaputan pada facet joint. Bisa krn microfraktur yg terjadi pd tulang belakang yg tdk bisa dideteksi oleh xray biasa

  3. Wandy says:

    Selamat pagi dok, ayah saya berumur 75 tahun, sekarang ini di sekitar dengkul kakinya mengalami nyeri dan menyebabkan agak susah berjalan, kira-kira tindakan medis apa yang harus dilakukan ? mohon tanggapanya dok. Terima kasih

    • muki partono says:

      Nyeri lada lutut umumnya krn OA lutut pengobatannya, bisa dgn obat saja, obat gosok, bisa diberikan suntikan pada sendi, dan lain-lain

  4. evie says:

    dear dokter,
    Ibusaya berusia 78 tahun mempunyai riwayat diabetes dan mengalami osteoporosis juga sering merasakan sakit (nyeri ditulang, sehingga membuatnya sering menangis) mohon petunjuk dokter obat apa yang sangat manjur untuk kasus ibu saya ini. Terimksh dok.

    • muki partono says:

      Pengobatan osteoporosis butuh kepatuhan berobat dan efek pengobatanya perlu waktu sebaiknya dikonsultasikan ke dokter tulang

  5. evie says:

    Selamat Pagi Dokter,

    Terimksh, Ibu sy sdh dibawa ke dokter Orthopedi di Medan, diberikan suntikan & akan kembali tiga bulan lagi utk disuntik, tetapi Ibu harus menggunakan jewet bracelet utk menopang tulang belakang-nya. saya mohon petunjuk Vitamin apa yang sangat berguna utk diberikan kpd Ibu saya saat ini? Mhn maaf saya bny bertanya karena saya tinggal berbeda kota dengan.

  6. Emmy says:

    Siang dokter.
    Saya mau tanya,kenapa tulang ekor saya suka merasa sakit.Ini saya rasakan sejak saya punya anak.
    Terus mau tanya mengenai mama saya.
    dia sudah menjalani rontgen & divonis tulangnya bergeser & terjadi pengapuran
    dikasih makan obat yg seminggu makan sekali.saya lupa nama obatnya.Tapi obatnya ini 1 butirnya bisa 100rban.
    setelah mkn obat itu badannya suka merasa sakit.
    apakah ini ada hubungannya dengan reakasi obat tersebut?atau ada faktor lain?
    Terima kasih

    • muki partono says:

      , masalah sering nyeri pada tulang ekor setelah melahirkan meman sering dikeluhkan banyak orang kemungkinan krn penekanan saraf pinggang sdh ada sebelum kehamilan sehingga proses persalinan membuat keluhan semakin jelas, obat yg anda maksud mungkin BIFOSFONAT, memang reaksinya sering pegal2 , nggak apa2 tak perlu khawatir

  7. james says:

    dok, saya ingin bertanya. Bagaimana proses patofisiologi yang terjadi pada osteoporosis fraktur dengan kasus dimana seorang pria jatuh duduk terpeleset ?

    lalu apakah genetik dapat menjadi etiologi dari osteoporosis?

    thx before

    • muki partono says:

      Baca artikel kami tentang osteoporosis di web ini, sebagai gambaran singkt bahwa osteoporosis menyebabkan perubahan pada microarcitektur tulang yg membuattulang patah atau mudah terjadi patah, akibat trauma minimal, biasanya sering terjadi patah tulang pada panggul dan tulangbelakang

  8. hardiyono says:

    Dokter Muki P ykh, istri saya usia 62 th ,sdh 3 th ini ,paha dan betisnya sebelah kanan tersa panas (terutama malam hari),sehingga tidurnya terganggu.Apakah ini ada kaitannya dengan syaraf yang terganggu? Mohon informasinya.Tks

    • muki partono says:

      kelihatannya memang berkaitan dengan syaraf terjepit pada pinggang sebaiknya diperiksakan lbh dulu utk memastikan kelainan tersebut

  9. Yudhi says:

    Dok, sy mau tanya. Usia sy 37 thn bekrj dipershn perbankan 12 tahun. Akhir thn 2009 sy melakukan oprs swl penghancurn batu ginjal namun 6 bulan setlh itu sy sering merasakan panas yg terus bergerak dr ujung kaki hingga ke pinggang yang menyebabkn kaki terasa sakit dan kejang serta lemah terutama saat duduk bekerja. Saat ini kondisi sy semakin parah karena berjalan dan berdiri juga terasa sakit sehingga harus banyak berbaring utk meredakan nyeri pinggang dan kaki. Saya sdh berobat ke ahli syaraf namun tidak membuahkan hasil (seblmnya sdh melakukan mri dibagian leher di batam). Menurut dokter apa ada hubungannya dgn hnp dan saat ini sebaiknya solusi apa yg mesti saya lakukan. Terima kasih

    • muki partono says:

      Keluhan anda saat ini cenderung HNP pinggan saran sebaiknya lakukan MRI Lumal , dan sementara minm obat neri

  10. mila says:

    assalamualaikum dok,
    mau tanya sedikit mengenai osteoporosis sekunder ! dengan melepas obat yg sering dikonsumsi apakah keadaanya bisa diperbaiki dan kembali normal/?? bagaimana dgn pemberian kalsium, efektif apa tidak ?
    mohon jawabannya dok, terima kasih

    • muki partono says:

      Ya keadaan jd lbh baik dan kalsium jelas effektif, tapi diikut dgh pemberian yg lainnya pt vit D3 daen protein, kolagen dll

  11. iin says:

    dok, sy berusia 40 thn, knp ya dok hampir semua tulang2 ( bkn persendian)sy rasanya skt semua, terutama daerah tangan dan kaki, sy coba pijat sendiri tdk terasa skt tp klo dibiarkan rasanya skt, apa yg hrs sy lakukan? mohon jwbannya, terimakasih.

    • muki partono says:

      Anda khas mengalami gejala reumatik saran konsultasikan , kami tunggu ada beberapa tips yg akan kami sampaikan pada anda

  12. Ricky japhar says:

    Malam dok, ibu saya sdh berumur 68 thn dan merasakan sakit pada pinggangnya, dan sudah di rontsen, hasilnya menurut dokter di RS bahwa tulang belakang ibu saya agak runcing , sehingga pinggang nya sakit, apa saran dokter agar sakit pinggangnya ibu saya dpt dihilangkan, terimakasih

    • muki partono says:

      minum obat nyeri, tidur posisi terlentang dgn alas keras, lakukan latihan otot pinggang dan olah raga berenang, kalau berat badan belum ideal hrs turun sampai ideal

  13. ogien says:

    mlm dok…?
    sya adalah termasuk penderita fraktur brush
    di akibatkan jatuh terduduk dari ketinggian 1 meter
    dan yang mau saya tanyakan apakah penyakit ini
    bisa disembuhkan dok…? mohon pencerahanny..

  14. Ida Ayu says:

    Selamat pagi dok,

    saya mau bertanya mengenai rasa nyeri yang di alami ibu saya di bagian tulang ekornya..

    usia ibu saya menginjak 55 tahun, dan sudah menopause sejak usia 45, sebelumnya pernah mengalami masalah nyeri tetapi di bagian lutut, dan sudah sembuh karena sempat meminum obat dari dokter dan obat Lin Ci Tan, dan ternyata berhasil menghilangkan nyeri lutunya,,

    kemudia saya sempat menemukan artikel kesehatan, dan saya membaca, kalo konsumsi obat rematik dan maag terlalu sering bisa membuat penyerapan kalsium menurun, dan ibu saya memang menderita rematik dan maag, dan tentunya mengkonsumsi obat tersebut

    nah yang ingin saya tanya kan, apa memang nyeri tulang ekor yang di alami ibu saya sekarang akibat mengkonsumsi obat di atas.. dan juga efek menopause nya? lalu bisa kah saya mengetahui obat yang bisa di konsumsi oleh ibu saya, mengingat, setiap kali ke dokter, obat yang diberikan hanya menghilangkan rasa sakit sementara saja,

    terimakasi dok

    mohon penjelasannya 🙂

    • Muki Partono says:

      nyeri tualng ekor bisa akibat penekanan saraf pinggang atau sebab lain sebaiknya periksakan ke dokter sebaiknya lakaukan pemeriksaan MRI Lumbal utk memastikan penyebab nyeri pada tulang ekornya

Leave a Reply

Sorry, you can not to browse this website.

Because you are using an outdated version of MS Internet Explorer. For a better experience using websites, please upgrade to a modern web browser.

Mozilla Firefox Microsoft Internet Explorer Apple Safari Google Chrome